Tes Buta Warna Ishihara
Tes ini membantu mengidentifikasi buta warna merah-hijau. Tes ini menampilkan pelat dengan titik-titik berwarna yang membentuk angka atau bentuk.
Petunjuk Tes
- Pastikan Anda berada di ruangan dengan pencahayaan normal.
- Jarak Anda dari layar sekitar 75 sentimeter (30 inci).
- Setiap pelat berisi angka yang dibentuk oleh titik-titik berwarna.
- Masukkan angka yang Anda lihat di kolom input dan klik “Kirim Jawaban”.
- Jika Anda tidak melihat angka apa pun, biarkan kolom kosong dan kirim.
- Ada 10 pelat dalam tes ini.
Hasil Tes
Apa itu Tes Ishihara?
Tes Buta Warna Ishihara adalah salah satu tes yang paling banyak digunakan di seluruh dunia untuk mendeteksi gangguan penglihatan warna, khususnya buta warna merah-hijau. Tes ini terdiri dari 38 pelat, yang masing-masing berisi titik-titik dengan berbagai ukuran dan warna. Titik-titik tersebut disusun membentuk pola berupa angka atau bentuk yang dapat terlihat jelas oleh individu dengan penglihatan warna normal.
Orang dengan gangguan penglihatan warna mungkin tidak dapat mengenali angka atau gambar pada kartu tes Ishihara tertentu. Menariknya, beberapa kartu dirancang sedemikian rupa sehingga hanya individu dengan buta warna yang dapat melihat gambar tersebut, sementara mereka yang memiliki penglihatan normal tidak dapat melihatnya.
Tes Ishihara standar biasanya mencakup 36 pelat, meskipun tersedia pula versi dengan 10, 14, atau 24 pelat.
Jenis-jenis pelat berwarna dalam tes Ishihara
- Pelat demonstrasi – Pelat pertama dalam Tes Ishihara dikenal sebagai pelat demonstrasi. Pelat ini biasanya menampilkan angka ’12’ (terkadang ’16’) dan dirancang agar dapat dilihat baik oleh individu dengan penglihatan normal maupun mereka yang mengalami gangguan penglihatan warna. Pelat ini hanya digunakan untuk tujuan demonstrasi dan tidak disertakan dalam perhitungan skor selama proses skrining.
- Pelat transformasi – Orang dengan penglihatan warna normal dapat mengenali angka atau pola pada pelat ini dengan jelas, sedangkan mereka yang mengalami gangguan penglihatan warna mungkin melihatnya secara berbeda atau tidak melihatnya sama sekali.
- Pelat vanishing (angka yang menghilang) – Pelat ini dirancang sedemikian rupa sehingga hanya orang dengan penglihatan warna normal yang dapat melihat angka atau pola tersebut. Individu dengan gangguan penglihatan warna tidak dapat mendeteksinya.
- Pelat angka tersembunyi – Pelat ini dirancang agar hanya individu dengan gangguan penglihatan warna yang dapat melihat angka atau pola tersebut, sementara mereka yang memiliki penglihatan normal tidak dapat melihatnya.
- Pelat diagnostik – Pelat ini digunakan untuk mengidentifikasi jenis gangguan penglihatan warna, seperti protanopia (gangguan penglihatan warna merah) atau deuteranopia (gangguan penglihatan warna hijau), serta untuk menentukan tingkat keparahannya.